ARTING — Jakarta – Harga emas batangan yang dijual oleh PT Aneka Tambang Tbk (Antam) kembali menguat pada perdagangan Rabu pekan ini.
Berdasarkan data dari laman resmi Logam Mulia, Rabu (27/8/2025), harga emas Antam hari ini lebih mahal Rp 8.000 menjadi Rp 1.940.000 per gram dari sebelumnya Rp 1.932.000 ger gram. Pada perdagangan Selasa kemarin, harga emas Antam naik Rp 3.000.
Sementara harga emas untuk jual kembali (buyback) juga naik Rp 8.000 menjadi Rp 1.786.000 per gram. Harga buyback ini adalah jika Anda ingin menjual emas maka Antam akan membelinya di harga Rp 1.786.000 per gram.
Sesuai Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 34/PMK.10/2017, transaksi buyback akan dikenakan potongan pajak.
Untuk penjualan kembali emas batangan dengan nominal di atas Rp 10 juta, berlaku Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 sebesar:
1,5% bagi pemegang Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)3% bagi non-NPWPPPh 22 atas transaksi buyback akan dipotong langsung dari total nilai penjualan.
Daftar Harga Emas
Cek daftar harga emas Antam hari ini Rabu (27/8/2025):
- Harga emas 0,5 gram: Rp 1.029.000
- Harga emas 1 gram: Rp 1.940.000
- Harga emas 2 gram: Rp 3.824.000
- Harga emas 3 gram: Rp 5.716.000
- Harga emas 5 gram: Rp 9.504.000
- Harga emas 10 gram: Rp 18.930.000
- Harga emas 25 gram: Rp 47.162.500
- Harga emas 50 gram: Rp 94.205.000
- Harga emas 100 gram: Rp 188.290.000
- Harga emas 250 gram: Rp 470.337.500
- Harga emas 500 gram: Rp 940.375.000
- Harga emas 1.000 gram: Rp 1.880.600.000.
Harga Emas Dunia
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4723188/original/034031500_1705921925-fotor-ai-20240122181144.jpg)
Sebelumnya, harga emas melonjak ke level tertinggi dalam dua minggu pada perdagangan Selasa, 26 Agustus 2025. Kenaikan harga ema situ didorong permintaan aset safe haven karena kepercayaan investor terhadap bank sentral Amerika Serikat (AS) atau the Federal Reserve (the Fed) melemah menyusul pemecatan gubernur the Fed oleh Presiden AS Donald Trump.
Mengutip CNBC, Rabu (27/8/2025), harga emas spot naik 0,5% menjadi USD 3.382,19 per ounce pada pukul 13.50 ET (17.50 GMT), level tertinggi sejak 11 Agustus 2025.
Harga emas berjangka AS untuk pengiriman Desember ditutup naik 0,5% ke posisi USD 3.433.
“Semalam ada berita Trump memecat salah satu gubernur the Fed yang dituduh melakukan penipuan hipotek. Berita itu sedikit memberikan harapan bagie mas karena the Fed telah menjadi pendorong utama emas saat ini,” ujar RJO Futures Market Strategist Bob Haberkorn seperti dikutip dari laman CNBC.
Potensi Penurunan Suku Bunga
Adapun Presiden AS Donald Trump memecat Gubernur the Fed Lisa Cook atas dugaan penyimpangan dalam perolehan pinjaman hipotek. Langkah yang belum pernah terjadi sebelumnya yang dapat menguji batas kekuasaan presiden atas badan kebijakan moneter independen tersebut jika didugat di pengadilan.
Pekan lalu, ketua the Fed Jerome Powell mengisyaratkan kemungkinan penurunan suku bunga pada pertemuan bank sentral AS bulan depan. Ia menuturkan, risiko terhadap pasar tenaga kerja meningkat.
Pasar saat ini memperkirakan lebih dari 87% kemungkinan penurunan suku bunga seperempat poin pada September, menurut perangkat CME FedWatch.
“Jika Powell mengisyaratkan nada dovish terkait suku bunga pada pertemuan berikutnya dan melanjutkan ke penurunan suku bunga lagi tahun ini, harga emas akan terus menguat,” tambah Haberkorn.
Data Ekonomi AS
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4474625/original/005217800_1687306893-aesthetic-wallpaper-with-gold-bars.jpg)
Data menunjukkan kalau data pesanan barang tahan lama AS pada Juli menunjukkan penurunan sebesar 2,8% dibandingkan penurunan yang diperkirakan sebesar 4% dan penurunan 9,4% pada Juni.
Investor kini menantikan data Produk Domestik Bruto (PDB) Amerika Serikat (AS) pada Kamis pekan ini dna pengeluaran konsumsi pribadi atau Personal Consumption Expenditure (PCE) pada Jumat pekan ini.
Emas yang tidak memberikan imbal hasil cenderung menarik di tengah kondisi suku bunga rendah, dan daya tariknya sebagai aset safe haven meningkat di tengah ketidakpastian ekonomi.
Di sisi lain, harga perak spot naik tipis 0,1% menjadi USD 38,52 per ounce.
Harga Emas Mampu Bertahan di Tengah Penguatan Dolar AS
Sebelumnya, harga emas dunia bergerak stabil pada perdagangan Senin (25/8/2025), seiring fokus investor beralih ke rilis data Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE) AS akhir pekan ini yang dapat memberi sinyal arah kebijakan moneter The Federal Reserve (The Fed).
Sementara itu, penguatan dolar AS menekan potensi kenaikan harga logam mulia.
Mengutip CNBC, Selasa (26/8/2025), harga emas spot naik tipis 0,1% menjadi USD 3.373,49 per ons, setelah sempat menyentuh level tertinggi sejak 11 Agustus pada Jumat lalu. Untuk kontrak emas berjangka AS untuk pengiriman Desember stagnan di USD 3.418,60 per ons.
Dolar AS menguat 0,4% terhadap sejumlah mata uang utama, membuat emas yang dihargakan dalam dolar menjadi lebih mahal bagi pembeli asing.
“Pasar sedang mencerna komentar Powell dari hari Jumat… karena kami menunggu masukan baru yang mungkin memberikan indikasi yang lebih baik tentang kemungkinan penurunan suku bunga pada bulan September,” ujar Wakil Presiden sekaligus Senior Metals Strategist di Zaner Metals Peter Grant.