ARTING — Barcelona – Bayangkan ada pasangan yang memilih melanjutkan perjalanan liburan mereka, tapi meninggalkan anaknya begitu saja di bandara. Kisah mengejutkan ini benar-benar terjadi di Bandara El Prat, Barcelona.
Kejadian ini diungkap Lilian Limasin, seorang petugas bandara, lewat akun TikTok-nya.
Awalnya, hari itu berjalan normal. Namun, saat ia menangani keberangkatan [menuju Casablanca, Maroko, pada pukul 08.30 pagi, tiba-tiba datang pesan darurat untuk menahan penerbangan tersebut.
Beberapa menit sebelumnya, polisi Catalonia menemukan seorang anak berusia 10 tahun yang berkeliaran sendirian di terminal. Saat ditanya, bocah itu mengaku kalau orang tuanya pergi tanpa dirinya, dilansir dari Odditycentral, Minggu (24/8/2025).
Pihak bandara sempat memanggil orang tuanya lewat pengeras suara, tapi tak ada yang muncul. Setelah diselidiki, ternyata sang ayah dan ibu sudah duduk manis di dalam pesawat menuju Maroko.
Alasan Kedua Orang Tua
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5123620/original/084272000_1738823828-Anak_tertekan_dan_terasing.jpg)
Polisi pun meminta penerbangan dibatalkan sementara demi menyelesaikan masalah ini. Ketika ditanyai, alasan kedua orang tua itu bikin geleng-geleng kepala.
Mereka sebenarnya ingin liburan ke Maroko bersama dua anaknya. Tapi pas diperiksa, paspor anak tertua mereka ternyata sudah kedaluwarsa.
“Paspor nasional anak itu sudah tidak berlaku. Ia hanya punya paspor Spanyol, tapi tetap butuh visa supaya sah dipakai,” jelas Lilian Limasin.
Seorang petugas bandara menggambarkan momen itu sebagai sesuatu yang di luar nalar.
“Karena tidak punya visa, mereka memilih meninggalkan si anak di terminal dan menelepon kerabat untuk menjemputnya,” ujar petugas setempat.
Menurut Limasin, pasangan tersebut merasa tindakannya “biasa saja”. Tapi polisi jelas berpikir sebaliknya. Kini keduanya terancam dijerat kasus penelantaran anak sekaligus dianggap menyebabkan keterlambatan penerbangan. Otoritas Spanyol akan memutuskan hukuman mereka setelah penyelidikan layanan sosial selesai.