
Jakarta – Batuk dan tenggorokan terasa tidak nyaman sering muncul bersamaan dengan flu atau infeksi saluran pernapasan ringan. Selain beristirahat dan mencukupi kebutuhan cairan, minuman hangat dapat menjadi salah satu cara sederhana untuk membantu membuat tenggorokan terasa lebih nyaman.
Tidak selalu harus menggunakan bahan khusus. Sejumlah bahan yang mudah ditemukan di dapur dapat diracik menjadi minuman hangat untuk menemani masa pemulihan.
Teh hijau, chamomile, jahe, kunyit, hingga madu memiliki karakteristik dan kandungan yang menarik untuk dikonsumsi saat tenggorokan terasa gatal atau teriritasi.
Dikutip dari Real Simple, berikut beberapa racikan yang dapat dicoba.
1. Teh Jahe
Jahe sudah lama digunakan sebagai bahan minuman tradisional ketika tubuh terasa kurang nyaman. Rimpang ini mengandung berbagai senyawa bioaktif yang memiliki aktivitas antioksidan dan antiinflamasi.
Sensasi hangat dari seduhan jahe juga dapat membuat tenggorokan terasa lebih nyaman. Pada kondisi batuk berdahak, minuman hangat dapat membantu menjaga saluran napas tetap terhidrasi sehingga lendir lebih mudah dikeluarkan.
Untuk membuatnya, iris beberapa potong jahe segar kemudian rebus bersama sekitar 300 ml air selama 5-10 menit. Saring dan konsumsi selagi hangat.
2. Teh dengan Madu
Teh hangat yang dipadukan dengan madu bisa menjadi pilihan sederhana ketika batuk mengganggu, terutama pada malam hari.
Madu dapat memberikan efek melapisi dan menenangkan tenggorokan yang teriritasi. Sejumlah penelitian juga menemukan bahwa madu berpotensi membantu mengurangi intensitas batuk pada kondisi tertentu.
Cukup tambahkan sekitar satu sendok makan madu ke dalam teh hangat. Sebaiknya jangan memasukkan madu ketika minuman masih sangat panas.
Madu tidak boleh diberikan kepada bayi berusia di bawah satu tahun karena risiko botulisme.
3. Teh Chamomile
Chamomile dikenal sebagai tanaman herbal yang memiliki efek menenangkan. Teh dari bunga chamomile dapat menjadi pilihan bagi orang yang ingin menikmati minuman hangat sebelum beristirahat.
Senyawa yang terdapat di dalam chamomile juga memiliki aktivitas antiinflamasi yang sedang diteliti karena potensinya membantu meredakan berbagai kondisi ringan.
Untuk membuatnya, seduh satu kantong teh chamomile atau sekitar satu sendok teh bunga chamomile kering dengan 250 ml air panas. Diamkan kurang lebih lima menit, kemudian saring jika menggunakan bunga kering.
Sedikit madu dapat ditambahkan untuk memperkaya rasa.
4. Teh Kunyit
Kunyit mengandung kurkumin, senyawa yang dikenal memiliki sifat antioksidan dan antiinflamasi.
Karena sifat tersebut, kunyit banyak diteliti terkait berbagai proses peradangan dalam tubuh. Namun, bukti bahwa minuman kunyit secara langsung dapat menyembuhkan batuk atau infeksi saluran pernapasan masih terbatas.
Teh kunyit dapat dibuat menggunakan sekitar 1-1,5 sendok teh bubuk kunyit atau beberapa iris kunyit segar. Campurkan dengan 250-300 ml air, kemudian panaskan dan saring.
Untuk rasa yang lebih nikmat, kunyit dapat dipadukan dengan jahe.
5. Teh Hijau
Teh hijau mengandung polifenol, termasuk epigallocatechin gallate (EGCG), yang memiliki aktivitas antioksidan dan antiinflamasi.
Beberapa penelitian juga meneliti penggunaan teh hijau untuk membantu mengurangi gejala tertentu yang berkaitan dengan tenggorokan dan saluran pernapasan. Salah satunya menemukan potensi manfaat berkumur dengan teh hijau dalam mengurangi frekuensi batuk pada kondisi tertentu.
Untuk membuat teh hijau, gunakan air panas yang tidak terlalu mendidih dan seduh selama sekitar 3-5 menit. Cara ini juga membantu menjaga rasa teh agar tidak terlalu pahit.
Minuman Hangat Bantu Nyaman, Bukan Pengganti Pengobatan
Kelima racikan tersebut dapat menjadi pilihan minuman hangat ketika tenggorokan terasa kering, gatal, atau teriritasi. Cairan yang cukup juga penting untuk membantu menjaga tubuh tetap terhidrasi selama sakit.
Namun, teh herbal bukan pengganti pengobatan medis dan tidak otomatis menyembuhkan penyebab batuk. Jika batuk berlangsung lama, semakin berat, disertai sesak napas, nyeri dada, demam tinggi, atau muncul gejala lain yang mengkhawatirkan, sebaiknya segera mendapatkan pemeriksaan medis.
Untuk batuk ringan yang menyertai flu, istirahat cukup, minum cairan, dan menjaga kelembapan tubuh tetap menjadi bagian penting dari proses pemulihan.
