Ketegangan di kawasan perbatasan antara Thailand dan Kamboja kembali memuncak setelah insiden serangan yang menewaskan beberapa warga Thailand. Sebagai bentuk perhatian dan dukungan, pemerintah Thailand memberikan bantuan dana sebesar Rp500 juta kepada para korban. Langkah ini menunjukkan komitmen negara dalam melindungi warga dan menegaskan posisi mereka terhadap konflik yang sedang berlangsung. (25/7/2025) Juamat.
Juru bicara kantor Perdana Menteri Thailand, Jirayu Huangsap, mengonfirmasi bahwa PM sementara Phumtham Wechayachai yang juga menjabat sebagai Menteri Dalam Negeri, telah menginstruksikan badan-badan terkait untuk segera mendata jumlah korban.
Data ini mencakup detail warga dan personel militer yang tewas, terluka, dan mengalami kerusakan properti imbas konflik. Data ini kemudian akan dikirimkan ke otoritas provinsi, untuk menentukan angka final kompensasi dan bantuan finansial sesegera mungkin.
Dilansir The Nation Thailand, Komite Dana Bantuan Bencana pada hari ini disebut telah menyetujui kompensasi bagi warga negara, pegawai negeri sipil, personel militer, polisi, dan prajurit patroli perbatasan yang terkena dampak konflik.
“Pemerintah menyampaikan keprihatinan yang mendalam dan belasungkawa yang tulus kepada para korban dan menginstruksikan instansi terkait untuk mempercepat bantuan bagi keluarga terdampak, baik berupa mata pencaharian maupun dukungan psikologis,” kata Wakil PM Pirapan Salirathavibhaga.
- 1 juta baht (sekitar Rp505 juta) untuk korban meninggal dunia
- 700.000 baht (sekitar Rp353 juta) untuk korban cacat permanen
- 200.000 baht (sekitar Rp101 juta) untuk cedera serius
- 100.000 baht (sekitar Rp50 juta) untuk cedera sedang
- 50.000 baht (sekitar Rp25 juta) untuk cedera ringan