ARTING — Di Kecamatan Kei Kecil, Kabupaten Maluku Tenggara, Provinsi Maluku, Minggu (16/3) dini hari sekitar pukul 01.10 WIT, terjadi bentrok antara dua kelompok pemuda.
Peristiwa itu menyebabkan dua orang tewas, lima orang luka-luka, dan sembilan anggota polisi juga terluka.
Melalui keterangan tertulis yang dikeluarkan Minggu, Kabid Humas Polda Maluku Kombes Areis Aminullah menyatakan bahwa terdapat tujuh korban luka dari warga, dua di antaranya meninggal dunia. Sementara sembilan korban dari anggota Polres Malra.
Ia menyatakan bahwa korban mengalami luka-luka karena tembakan parang, busur panah, dan senapan angin.
Konfrontasi terjadi ketika pemuda Karang Tagepe menyerang pemuda Lorong Perumda. Mereka membawa busur panah, tetapi mereka berhasil membunuh petugas polisi yang berjaga di pos pengamanan di Taman Landmark di Kei Kecil.
Kelompok Lorong Perumda berkumpul di depan kantor DPRD dan bermaksud menyerang kompleks Ohoijang atau Karang Tagepe. Namun, mereka berhasil dihalau oleh Personil Polres Malra.
Kedua kelompok bersikeras untuk saling menyerang ketika mereka menghadapi masalah. Orang Tak Dikenal (OTK) menebas mereka dan menembak mereka dengan senapan angin dan panah.
Areis menyatakan, “Pada pukul 02.10 WIT, anggota polisi yang hendak melerai massa kemudian diparangi menggunakan parang mengenai bagian kepala.”
Aries mengatakan bahwa keadaan sudah berangsur membaik sejak bentrokan. Polisi Satuan Reserse Kriminal masih menyelidiki bentrokan itu.
Polisi juga tahu siapa yang memicu bentrokan. Keluarga yang terus menyembunyikan pelaku pembacokan diminta segera menyerahkan mereka ke polisi.
“Kami mengimbau pihak keluarga agar dapat membawa pelaku ke kantor polisi,” kata Areis.
“Siapapun yang terlibat dalam bentrokan tersebut akan ditindak tegas sesuai dengan aturan hukum yang berlaku,” imbuhnya.
SUMBER CNNINDONESIA.COM : Bentrokan Warga di Maluku Tenggara: 2 Pemuda Tewas, 9 Polisi Terluka