ARTING — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi sorotan di media sosial, kali ini terkait perubahan menu saat bulan Ramadan yang beralih ke makanan instan. Dalam beberapa foto yang beredar di media sosial menunjukkan paket MBG yang berbeda dari biasanya, di mana makanan instan seperti biskuit, roti, dan sereal menggantikan menu bergizi seimbang.
Keputusan Badan Gizi Nasional (BGN) untuk mengganti menu MBG dengan makanan instan memicu kekhawatiran para ahli. Salah satunya datang dari dr. Tan Shot Yen, dokter sekaligus pakar gizi masyarakat, . Ia menyebut kebijakan ini bisa membingungkan persepsi anak-anak tentang makanan sehat.
“Jika produk ultra proses dibagi di sekolah, anak akan berpikir kalau ini asupan sehat. Kan diajarkan makan ini. Bahkan bisa jadi pengganti sarapan. Padahal jauh dari janji semula: kearifan lokal,”terang dr. Tan dalam unggahan di akuni Instagramnya @drtanshotyen pada Senin 10 Maret 2025.
Menurutnya, publik bisa jadi salah kaprah menilai makanan instan aman dikonsumsi secara rutin. Padahal, berbagai penelitian menunjukkan keterkaitan makanan ultra proses dengan peningkatan risiko berbagai masalah kesehatan. Warganet berharap ada evaluasi menyeluruh terhadap kebijakan ini agar kualitas gizi tetap menjadi prioritas, terutama saat bulan Ramadan.
Keputusan Badan Gizi Nasional (BGN) untuk mengganti menu MBG dengan makanan instan memicu kekhawatiran para ahli. Salah satunya datang dari dr. Tan Shot Yen, dokter sekaligus pakar gizi masyarakat, . Ia menyebut kebijakan ini bisa membingungkan persepsi anak-anak tentang makanan sehat.
“Jika produk ultra proses dibagi di sekolah, anak akan berpikir kalau ini asupan sehat. Kan diajarkan makan ini. Bahkan bisa jadi pengganti sarapan. Padahal jauh dari janji semula: kearifan lokal,”terang dr. Tan dalam unggahan di akuni Instagramnya @drtanshotyen pada Senin 10 Maret 2025.
Menurutnya, publik bisa jadi salah kaprah menilai makanan instan aman dikonsumsi secara rutin. Padahal, berbagai penelitian menunjukkan keterkaitan makanan ultra proses dengan peningkatan risiko berbagai masalah kesehatan. Warganet berharap ada evaluasi menyeluruh terhadap kebijakan ini agar kualitas gizi tetap menjadi prioritas, terutama saat bulan Ramadan.