
Jakarta – Lemon identik dengan rasa asam yang menyegarkan. Selain banyak dimanfaatkan sebagai pelengkap masakan dan bahan marinasi, buah ini juga kerap diolah menjadi minuman dengan cara mengambil sarinya lalu mencampurkannya dengan air.
Di balik rasanya yang cukup asam, jus lemon ternyata dapat menjadi salah satu sumber nutrisi dalam pola makan sehari-hari. Minuman ini mengandung vitamin C dan sejumlah mineral yang dibutuhkan tubuh.
Dalam satu cangkir jus lemon, terdapat sekitar 54 kalori, 94 miligram vitamin C, 251 miligram kalium, 15 miligram kalsium, serta 15 miligram magnesium.
Kandungan tersebut membuat jus lemon bisa menjadi tambahan dalam pola makan seimbang. Namun, bukan berarti jus lemon sebaiknya diminum dalam kondisi pekat. Tingkat keasamannya berpotensi mengiritasi mulut, tenggorokan, hingga lambung.
Untuk mengonsumsinya, jus lemon dapat dicampurkan dengan air atau dimanfaatkan sebagai bahan tambahan dalam makanan.
Dikutip dari Cleveland Clinic, ahli gizi Amber Sommer, RD, LD, menjelaskan sejumlah potensi manfaat yang bisa diperoleh dari jus lemon. Berikut di antaranya:
1. Membantu Mengurangi Risiko Batu Ginjal
Salah satu komponen yang menarik dari lemon adalah asam sitrat. Senyawa ini dapat meningkatkan kadar sitrat dalam urine, yang kemudian membantu menghambat terbentuknya jenis batu ginjal tertentu.
Sitrat bekerja dengan membuat kristal kalsium lebih sulit untuk saling menempel dan berkembang menjadi batu.
Sommer menjelaskan bahwa sitrat merupakan senyawa alami yang dapat membantu mengurangi pembentukan beberapa jenis batu ginjal. Bagi orang yang memiliki risiko terhadap kondisi tersebut, menambahkan jus lemon ke makanan atau minuman dapat menjadi salah satu langkah untuk mendukung kesehatan ginjal.
2. Membantu Penyerapan Zat Besi dari Makanan Nabati
Tubuh membutuhkan zat besi untuk menghasilkan hemoglobin, yaitu protein dalam sel darah merah yang bertugas membawa oksigen ke seluruh tubuh.
Namun, zat besi yang berasal dari tumbuhan atau disebut zat besi non-heme cenderung lebih sulit diserap dibandingkan zat besi dari sumber hewani.
Di sinilah vitamin C berperan. Kandungan vitamin C dalam jus lemon dapat membantu tubuh menyerap zat besi non-heme yang terdapat pada makanan seperti kacang-kacangan, lentil, dan bayam.
Jus lemon bisa ditambahkan pada salad, hidangan berbahan kacang-kacangan, maupun saus salad untuk membantu meningkatkan cita rasa sekaligus mendukung penyerapan zat besi.
Selain vitamin C, asam sitrat dalam lemon juga dapat membantu mengurangi pengaruh senyawa tertentu yang dapat menghambat penyerapan zat besi.
3. Menunjang Sistem Imun
Vitamin C merupakan salah satu nutrisi yang dibutuhkan agar sistem kekebalan tubuh dapat bekerja dengan baik. Nutrisi ini berperan dalam mendukung berbagai sel yang terlibat dalam mekanisme pertahanan tubuh.
Karena kandungan vitamin C-nya, jus lemon dapat menjadi salah satu sumber asupan vitamin tersebut. Sommer menyebut kontribusinya akan semakin baik jika konsumsi jus lemon menjadi bagian dari pola makan yang juga kaya buah dan sayuran.
Jadi, jus lemon bukan satu-satunya sumber vitamin C, tetapi dapat membantu melengkapi kebutuhan nutrisi dari makanan sehari-hari.
4. Melindungi Sel dari Stres Oksidatif
Tubuh secara alami menghasilkan radikal bebas. Dalam jumlah berlebihan, molekul tersebut dapat menyebabkan stres oksidatif yang berkontribusi terhadap kerusakan sel dan proses peradangan.
Vitamin C yang terdapat dalam jus lemon memiliki sifat antioksidan. Kandungan tersebut membantu tubuh menghadapi efek radikal bebas dan mendukung perlindungan sel dari stres oksidatif.
Selain itu, asam sitrat yang terdapat dalam lemon juga memiliki peran dalam membantu tubuh menyerap sejumlah nutrisi dengan lebih baik.
5. Bisa Membantu Mengurangi Penggunaan Garam
Jus lemon tidak harus selalu dikonsumsi sebagai minuman. Sari buah ini juga dapat digunakan sebagai penambah rasa pada berbagai hidangan.
Rasa asam dan segarnya dapat membuat makanan terasa lebih kaya tanpa harus menambahkan banyak garam. Cara ini dapat membantu mengurangi konsumsi natrium dari makanan.
Sommer menjelaskan bahwa penggunaan rempah, bumbu, dan bahan seperti jus lemon dapat membantu menghasilkan makanan yang tetap lezat tanpa terlalu bergantung pada garam.
Mengurangi asupan natrium penting sebagai bagian dari pola makan untuk membantu menjaga tekanan darah dan kesehatan jantung.
Cara Menikmati Jus Lemon dengan Lebih Tepat
Jus lemon dapat menjadi tambahan yang menarik dalam pola makan karena mengandung vitamin C dan sejumlah mineral. Manfaatnya antara lain berkaitan dengan perlindungan sel, fungsi imun, penyerapan zat besi, kesehatan ginjal, serta membantu mengurangi penggunaan garam dalam masakan.
Meski demikian, konsumsi jus lemon perlu disesuaikan dengan kondisi tubuh. Karena sifatnya sangat asam, sebaiknya sari lemon tidak diminum secara langsung dalam jumlah banyak atau dalam kondisi terlalu pekat.
Mencampurkannya dengan air atau menjadikannya bagian dari makanan dapat menjadi pilihan yang lebih nyaman. Yang terpenting, manfaat jus lemon sebaiknya dilihat sebagai bagian dari pola makan bergizi seimbang, bukan sebagai pengganti sumber nutrisi lainnya.
