
Jakarta – Jepang termasuk negara yang terkenal dengan angka harapan hidup tinggi. Kebiasaan makan masyarakatnya kerap dikaitkan dengan kondisi tersebut, terutama karena mereka terbiasa mengonsumsi makanan bergizi dalam porsi yang tidak berlebihan.
Pola makan masyarakat Jepang atau yang sering disebut sebagai diet Jepang banyak memasukkan bahan makanan seperti ikan, seafood, kedelai, makanan fermentasi, serta teh. Selain pilihan makanan, cara dan kebiasaan saat menyantap hidangan juga menjadi bagian penting dari pola hidup mereka.
Tak sedikit masyarakat Jepang yang mampu mencapai usia 100 tahun atau lebih. Data yang dikutip dalam laporan sebelumnya menunjukkan bahwa lebih dari 71 ribu orang di Jepang merupakan centenarian, yakni orang yang telah berusia setidaknya 100 tahun.
Lantas, apa saja kebiasaan makan yang dapat ditiru dari masyarakat Jepang? Berikut beberapa prinsip pola makan mereka yang kerap dikaitkan dengan umur panjang.
1. Berhenti makan sebelum terlalu kenyang
Salah satu prinsip makan yang terkenal di Jepang adalah hara hachi bun me. Filosofi ini mengajarkan seseorang untuk berhenti menyantap makanan ketika perut sudah terisi sekitar 80 persen.
Dengan tidak membiarkan perut terlalu penuh, seseorang dapat menghindari kebiasaan makan berlebihan. Prinsip tersebut juga mendorong seseorang untuk lebih memperhatikan rasa kenyang ketika sedang makan.
2. Biasakan makan dengan perlahan
Masyarakat Jepang juga dikenal tidak terburu-buru ketika menikmati makanan. Mereka cenderung mengunyah makanan dengan baik sebelum menelannya.
Makan secara perlahan membuat proses mengunyah menjadi lebih optimal. Kebiasaan ini juga memberikan waktu bagi tubuh untuk mengenali sinyal kenyang sehingga seseorang tidak mudah makan secara berlebihan.
Selain itu, waktu makan sering menjadi kesempatan untuk berbincang dan berkumpul bersama keluarga maupun orang terdekat.
3. Porsi makanan tidak berlebihan
Selain memperhatikan jenis makanan, masyarakat Jepang juga memperhatikan jumlah makanan yang dikonsumsi. Mereka cenderung menghindari porsi terlalu besar.
Salah satu kebiasaan yang dapat ditemukan adalah menggunakan piring atau wadah berukuran lebih kecil. Cara tersebut secara tidak langsung dapat membantu mengontrol jumlah makanan yang masuk dan mencegah konsumsi kalori secara berlebihan.
4. Jangan melewatkan sarapan
Sarapan juga menjadi bagian dari rutinitas makan masyarakat Jepang. Menu yang disajikan biasanya tidak hanya terdiri dari satu jenis makanan, tetapi cukup lengkap.
Nasi putih atau bubur dapat menjadi sumber karbohidrat, sementara ikan panggang menjadi salah satu pilihan lauk. Sup miso juga kerap hadir sebagai pelengkap.
Sarapan dengan menu yang cukup lengkap dapat memberikan energi untuk memulai aktivitas sekaligus membantu mengurangi keinginan untuk terlalu sering ngemil di antara waktu makan.
5. Teh hijau menjadi minuman sehari-hari
Matcha atau teh hijau juga memiliki tempat tersendiri dalam kebiasaan konsumsi masyarakat Jepang. Minuman ini dikenal memiliki kandungan antioksidan yang tinggi.
Antioksidan berperan membantu melindungi sel tubuh dari efek radikal bebas. Karena itu, konsumsi teh hijau kerap dikaitkan dengan berbagai manfaat untuk kesehatan secara keseluruhan.
6. Tidak berlebihan menyantap makanan manis
Makanan penutup seperti cake, kue, dan berbagai hidangan manis memang menggoda. Namun, konsumsi dessert bukan menjadi bagian utama dari pola makan tradisional Jepang.
Mereka cenderung tidak menjadikan makanan manis sebagai sesuatu yang harus dikonsumsi dalam jumlah banyak. Kebiasaan membatasi asupan gula ini dapat membantu menjaga pola makan tetap terkendali.
7. Perbanyak makanan berbahan kedelai
Kedelai merupakan salah satu bahan pangan yang cukup penting dalam pola makan Jepang. Beragam produk olahannya dikonsumsi dalam kehidupan sehari-hari.
Beberapa contohnya adalah natto, miso, tofu, hingga susu kedelai. Natto sendiri merupakan kedelai yang difermentasi dan menjadi salah satu makanan khas Jepang.
Kedelai mengandung protein nabati serta berbagai zat gizi yang dibutuhkan tubuh. Asupan protein dapat membantu memenuhi kebutuhan energi dan mendukung pemeliharaan massa otot.
Selain itu, produk kedelai juga menjadi salah satu sumber makanan nabati yang dapat melengkapi pola makan sehari-hari.
Pada akhirnya, panjang umur tidak hanya ditentukan oleh satu jenis makanan atau kebiasaan tertentu. Pola makan bergizi, pengaturan porsi, aktivitas fisik, serta gaya hidup secara keseluruhan turut berperan dalam menjaga kesehatan hingga usia lanjut.
