
Jakarta – Asupan protein tidak hanya dibutuhkan untuk membangun otot dan menjaga energi tubuh, tetapi juga berperan penting dalam mendukung fungsi otak. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa memilih sumber protein yang tepat dapat membantu menjaga daya ingat sekaligus menurunkan risiko penurunan fungsi kognitif, termasuk demensia.
Salah satu pola makan yang banyak direkomendasikan adalah diet MIND, yaitu pola makan yang dirancang untuk mendukung kesehatan otak melalui konsumsi makanan kaya antioksidan, vitamin, dan asam lemak omega-3.
Dikutip dari HuffPost, berikut enam sumber protein yang dinilai baik untuk menjaga kesehatan otak.
1. Ikan Berlemak
Salmon menjadi salah satu pilihan utama, bersama tuna, trout, makarel, dan sarden. Jenis ikan ini kaya akan asam lemak omega-3 yang membantu menjaga kesehatan sel-sel saraf sekaligus mengurangi peradangan.
Omega-3 juga dikaitkan dengan kemampuan menghambat pembentukan plak amiloid di otak, yang merupakan salah satu ciri khas penyakit Alzheimer.
2. Telur
Telur termasuk sumber protein berkualitas tinggi yang juga mengandung kolin. Nutrisi ini dibutuhkan tubuh untuk menghasilkan asetilkolin, neurotransmiter yang berperan penting dalam proses belajar, konsentrasi, dan pembentukan memori.
Sejumlah penelitian juga menunjukkan bahwa konsumsi telur secara rutin berkaitan dengan risiko demensia yang lebih rendah dibandingkan mereka yang jarang atau tidak mengonsumsinya.
3. Kacang-kacangan
Berbagai jenis kacang dikenal sebagai makanan yang baik untuk kesehatan otak. Selain mengandung protein nabati, kacang juga kaya serat dan antioksidan.
Serat membantu menjaga keseimbangan mikrobiota usus. Para peneliti kini semakin banyak menemukan hubungan antara kesehatan saluran cerna dengan fungsi otak serta penurunan risiko gangguan kognitif seiring bertambahnya usia.
4. Produk Kedelai
Tahu, tempe, edamame, hingga susu kedelai juga menjadi sumber protein yang direkomendasikan.
Beberapa studi menemukan bahwa orang yang rutin mengonsumsi makanan berbahan dasar kedelai memiliki risiko gangguan neurokognitif lebih rendah dibandingkan mereka yang jarang mengonsumsinya.
5. Walnut
Di antara berbagai jenis kacang, walnut menjadi salah satu yang paling menonjol karena kandungan omega-3-nya cukup tinggi.
Walnut juga mengandung vitamin E dan polifenol yang membantu melindungi sel-sel otak dari stres oksidatif sekaligus membantu mengurangi peradangan.
6. Dada Ayam
Daging ayam tanpa kulit, khususnya bagian dada, merupakan sumber protein rendah lemak yang baik untuk kesehatan tubuh maupun otak.
Selain menyediakan protein berkualitas, ayam juga mengandung kreatin yang diketahui berperan dalam mendukung fungsi kognitif, termasuk daya ingat dan kemampuan berpikir.
Batasi Daging Tinggi Lemak
Di sisi lain, para ahli menyarankan agar konsumsi daging berlemak dan produk daging olahan tidak dilakukan secara berlebihan. Asupan lemak jenuh yang tinggi dari makanan tersebut dikaitkan dengan peningkatan risiko penurunan fungsi otak dan demensia apabila dikonsumsi terus-menerus.
Karena itu, memilih sumber protein yang lebih sehat, seperti ikan berlemak, telur, kedelai, kacang-kacangan, walnut, dan ayam tanpa lemak, dapat menjadi salah satu langkah sederhana untuk membantu menjaga kesehatan otak dalam jangka panjang.
