
Jakarta – Nasi dan roti sama-sama sering menjadi pilihan menu sarapan. Namun, ketika sedang berusaha menurunkan berat badan, muncul pertanyaan: mana yang lebih baik dikonsumsi, nasi atau roti?
Sarapan bukan hanya soal memilih makanan yang mengenyangkan. Jumlah kalori, kandungan nutrisi, jenis karbohidrat, hingga ukuran porsi juga perlu diperhatikan agar pola makan tetap mendukung program penurunan berat badan.
Dikutip dari Only My Health, ahli gizi Aishwarya Jaiswal dari Apollo Hospitals Lucknow, India, menjelaskan bahwa baik nasi maupun roti sebenarnya tetap bisa masuk dalam menu diet selama dikonsumsi secara tepat.
Nasi dan roti sama-sama boleh saat diet
Menurut Jaiswal, tidak ada keharusan untuk menghilangkan nasi atau roti ketika sedang menurunkan berat badan.
Keduanya merupakan sumber karbohidrat yang dapat memberikan energi bagi tubuh. Faktor yang lebih menentukan justru jumlah makanan yang dikonsumsi dan bagaimana karbohidrat tersebut dipadukan dengan makanan lainnya.
“Nasi maupun roti, bila dikonsumsi secukupnya sebagai bagian dari diet seimbang, dapat membantu proses penurunan berat badan,” jelas Jaiswal.
Jika dilihat dari kandungan kalorinya, nasi putih matang justru lebih rendah dibandingkan roti dalam jumlah yang sama.
Dalam 100 gram nasi putih matang terdapat sekitar:
- 130 kkal
- 28 gram karbohidrat
- 2,7 gram protein
- 0,3 gram lemak
Sementara 100 gram roti mengandung sekitar:
- 266 kkal
- 50,6 gram karbohidrat
- 6 gram protein
- 3,29 gram lemak
Meski demikian, angka tersebut tidak berarti nasi otomatis lebih baik daripada roti. Jenis makanan, ukuran porsi, serta lauk pendamping tetap berpengaruh terhadap kualitas sarapan.
Jangan hanya melihat jumlah kalori
Saat diet, banyak orang terlalu fokus mengurangi kalori tanpa memperhatikan kandungan gizi makanan. Padahal, sarapan yang baik seharusnya tetap memberikan nutrisi dan rasa kenyang yang cukup.
Jaiswal menyarankan memilih sumber karbohidrat dari biji-bijian utuh. Untuk nasi, pilihan seperti nasi merah atau nasi cokelat dapat menjadi alternatif. Sedangkan untuk roti, roti gandum lebih disarankan dibandingkan roti putih biasa.
Biji-bijian utuh umumnya mengandung lebih banyak serat dan nutrisi. Serat juga membantu memberikan rasa kenyang lebih lama sehingga dapat membantu mengontrol keinginan makan.
Porsi justru menjadi kunci utama
Nasi atau roti sebenarnya tidak otomatis menyebabkan berat badan bertambah. Yang perlu diperhatikan adalah jumlah keseluruhan makanan yang masuk ke tubuh.
Menurut Jaiswal, penurunan berat badan pada dasarnya berkaitan dengan terciptanya defisit kalori. Karena itu, porsi karbohidrat saat sarapan sebaiknya tetap dikontrol.
Sebagai gambaran, sekitar setengah cangkir nasi atau satu lembar roti dapat menjadi salah satu pilihan porsi sarapan. Namun, kebutuhan setiap orang tentu berbeda berdasarkan aktivitas, kebutuhan energi, dan kondisi tubuh.
Padukan karbohidrat dengan protein dan serat
Agar sarapan lebih seimbang, nasi atau roti sebaiknya tidak dikonsumsi sendirian.
Tambahkan sumber protein seperti telur, kacang-kacangan, atau yogurt. Sayuran dan makanan kaya serat juga dapat melengkapi menu sarapan.
Kombinasi tersebut membuat menu lebih bernutrisi sekaligus membantu memberikan rasa kenyang lebih lama.
Sebagai contoh, nasi merah dapat dipadukan dengan telur dan sayuran. Sementara roti gandum bisa disantap bersama telur, yogurt, atau sumber protein lainnya.
Perhatikan topping dan cara pengolahan
Pilihan makanan pendamping juga tidak kalah penting. Roti yang sebenarnya relatif sederhana bisa berubah menjadi makanan tinggi kalori jika diberi banyak mentega, selai manis, krim, atau topping lainnya.
Hal serupa berlaku pada nasi. Tambahan minyak, lauk tinggi lemak, dan saus manis dalam jumlah berlebihan dapat membuat total kalori sarapan meningkat.
Karena itu, bukan hanya jenis karbohidrat yang perlu diperhatikan, tetapi juga bahan tambahan yang menyertainya.
Jadi, nasi atau roti yang lebih baik?
Tidak ada jawaban mutlak bahwa nasi harus digantikan dengan roti atau sebaliknya.
Keduanya tetap bisa menjadi bagian dari menu sarapan ketika sedang diet, selama porsinya sesuai dan dikombinasikan dengan protein, serat, serta sumber lemak sehat.
Jika ingin mendapatkan manfaat lebih dari sumber karbohidrat, pilih versi biji-bijian utuh seperti nasi merah, nasi cokelat, atau roti gandum.
Pada akhirnya, keberhasilan diet tidak ditentukan hanya oleh pilihan antara nasi dan roti. Keseimbangan menu, kontrol porsi, kualitas bahan makanan, dan jumlah kalori harian jauh lebih penting.
Jadi, tidak perlu takut makan nasi ataupun roti saat sarapan. Pilih yang sesuai kebutuhan dan selera, lalu pastikan porsinya tetap terkendali.
