
Jakarta – Kopi dengan tambahan kayu manis sempat menjadi tren sebagai minuman yang disebut-sebut dapat membantu menghilangkan lemak perut. Bahkan, ada klaim bahwa rutin meminumnya selama sepekan bisa membuat lingkar pinggang mengecil. Benarkah demikian?
Kopi memang memiliki sejumlah manfaat bagi tubuh. Jika dikonsumsi tanpa tambahan gula berlebihan, kopi dapat membantu meningkatkan energi dan konsentrasi serta dikaitkan dengan sejumlah manfaat kesehatan.
Belakangan, kopi hitam juga banyak dikreasikan dengan berbagai rempah, salah satunya kayu manis. Tren mencampurkan sekitar satu sendok teh bubuk kayu manis ke dalam kopi sempat ramai di TikTok pada 2024 karena diklaim mampu mempercepat pembakaran lemak.
Namun, efeknya ternyata tidak sehebat klaim yang beredar di media sosial. Dikutip dari The Conversation, sejumlah penelitian memang menemukan adanya hubungan antara konsumsi kayu manis dengan penurunan berat badan dan lingkar pinggang, tetapi hasilnya relatif kecil.
Apa kata penelitian tentang kayu manis?
Salah satu tinjauan yang menganalisis 35 penelitian melihat pengaruh konsumsi kayu manis terhadap ukuran lingkar pinggang.
Hasilnya menunjukkan konsumsi kayu manis kurang dari sekitar 1,5 gram per hari, atau kurang lebih setengah sendok teh, dikaitkan dengan penurunan lingkar pinggang sekitar 1,68 sentimeter.
Menariknya, konsumsi dalam jumlah lebih tinggi dari 1,5 gram per hari tidak menunjukkan manfaat tambahan yang signifikan terhadap lingkar pinggang.
Penelitian lain yang menggabungkan 21 uji klinis dengan total sekitar 1.480 peserta juga menemukan adanya penurunan indeks massa tubuh dan berat badan setelah mengonsumsi kayu manis.
Namun, perubahannya tidak besar. Berat badan peserta rata-rata turun kurang dari 1 kilogram dan tidak ditemukan perubahan berarti pada komposisi lemak maupun massa otot.
Tinjauan terhadap berbagai meta-analisis juga menunjukkan bahwa efek kayu manis terhadap penurunan berat badan cenderung kecil. Selain itu, penelitian berlangsung dalam rentang beberapa bulan dan melibatkan peserta dengan kondisi kesehatan yang beragam.
Artinya, belum ada cukup bukti untuk menyimpulkan bahwa minum kopi yang dicampur kayu manis selama beberapa hari secara khusus mampu menghilangkan lemak perut.
Mengapa kayu manis mungkin berpengaruh pada berat badan?
Para peneliti memiliki beberapa dugaan mengenai mekanisme kayu manis terhadap metabolisme tubuh.
Salah satunya berkaitan dengan pengaturan gula darah. Kayu manis diduga dapat membantu glukosa masuk ke dalam sel dengan lebih efektif sehingga insulin bekerja lebih optimal.
Kondisi tersebut secara teori dapat mendukung penggunaan lemak sebagai sumber energi. Selain itu, kayu manis juga disebut berpotensi memperlambat pengosongan makanan dari lambung sehingga rasa kenyang dapat bertahan lebih lama.
Meski demikian, mekanisme tersebut tidak berarti kayu manis secara otomatis dapat membakar lemak perut dalam jumlah besar.
Ada risiko jika terlalu banyak konsumsi kayu manis
Menambahkan sedikit kayu manis ke dalam kopi bukan berarti sepenuhnya bebas risiko. Jenis dan kualitas kayu manis yang digunakan juga perlu diperhatikan.
Beberapa produk kayu manis pernah mendapat perhatian karena ditemukan mengandung logam berat, termasuk timbal. Selain itu, kayu manis mengandung kumarin, senyawa yang dalam jumlah tinggi dapat menimbulkan masalah bagi sebagian orang.
Pada individu tertentu, konsumsi kayu manis juga bisa memicu gangguan pencernaan atau reaksi alergi.
Karena itu, penggunaan kayu manis sebaiknya tetap dalam jumlah wajar dan tidak dianggap sebagai pengganti pola makan sehat.
Jadi, apakah kopi kayu manis bisa bikin perut rata?
Kopi yang diberi sedikit kayu manis mungkin memiliki manfaat kecil terhadap berat badan dan lingkar pinggang, tetapi belum ada bukti kuat bahwa kombinasi tersebut merupakan cara ampuh untuk membakar lemak perut.
Penurunan berat badan tetap lebih dipengaruhi oleh keseimbangan kalori, kualitas makanan, aktivitas fisik, tidur, dan pola hidup secara keseluruhan.
Jadi, jika ingin menikmati kopi kayu manis, minuman tersebut boleh menjadi bagian dari pola makan sehat. Namun, jangan mengandalkannya sebagai solusi instan untuk mendapatkan perut rata.
