
Jakarta – Buah memang dikenal sebagai salah satu makanan yang penting dalam pola makan sehat. Kandungan serat, vitamin, mineral, dan berbagai senyawa antioksidan di dalamnya membuat buah cocok dikonsumsi secara rutin.
Namun, cara mengonsumsi buah juga kerap menjadi bahan perdebatan. Ada anggapan bahwa waktu makan buah, kombinasi beberapa jenis buah, atau kebiasaan tertentu dapat memengaruhi manfaatnya bagi tubuh.
Dikutip dari Times of India, pakar kesehatan dan nutrisi Dimple Jangda menyoroti sejumlah kebiasaan yang menurutnya perlu diperhatikan saat mengonsumsi buah. Berikut di antaranya:
1. Menjadikan buah sebagai pencuci mulut setelah makan
Buah sering disantap setelah makanan utama sebagai hidangan penutup. Namun, menurut Dimple, buah sebaiknya diberi jeda dari makanan utama agar lebih nyaman dikonsumsi.
Ia menyarankan buah dimakan sekitar satu jam sebelum makan atau beberapa waktu setelah makan utama. Mengonsumsi buah sebelum makan juga disebut dapat membantu memberikan rasa kenyang sehingga jumlah makanan yang dikonsumsi berikutnya dapat lebih terkendali.
Meski demikian, secara umum tidak ada bukti kuat bahwa buah yang dimakan setelah makanan utama menjadi berbahaya atau otomatis mengalami pembusukan di dalam lambung. Tubuh memiliki sistem pencernaan yang mampu mencerna berbagai jenis makanan secara bersamaan.
Jadi, bagi kebanyakan orang, waktu makan buah dapat disesuaikan dengan kenyamanan dan pola makan sehari-hari.
2. Menghindari buah hanya karena dikonsumsi pada malam hari
Ada anggapan bahwa buah sebaiknya tidak dimakan setelah sore karena kandungan asam atau gulanya dapat mengganggu tidur. Beberapa jenis buah memang mengandung gula alami dan asam organik, tetapi belum ada bukti yang menunjukkan bahwa semua buah yang dimakan malam hari akan menghambat produksi melatonin atau menyebabkan gangguan tidur.
Sebaliknya, buah tetap dapat menjadi camilan malam yang cukup baik, terutama dibandingkan makanan tinggi gula tambahan atau makanan ultra-proses.
Meski begitu, orang yang memiliki refluks asam atau lambung sensitif mungkin merasa tidak nyaman setelah mengonsumsi buah tertentu mendekati waktu tidur. Dalam kondisi tersebut, waktu konsumsi bisa disesuaikan dengan respons tubuh.
3. Mencampur banyak jenis buah bukan berarti selalu lebih sehat
Membuat salad buah memang menjadi cara praktis untuk menikmati beragam jenis buah. Namun, tidak ada bukti ilmiah bahwa buah-buahan akan “berebut enzim” di dalam lambung ketika dicampurkan.
Sistem pencernaan manusia memang dirancang untuk mengolah berbagai makanan secara bersamaan. Kombinasi buah seperti jeruk, apel, pisang, mangga, atau beri pada dasarnya tetap dapat dikonsumsi bersama.
Yang lebih perlu diperhatikan justru bahan tambahan pada salad buah. Saus tinggi gula, susu kental manis, sirup, atau krim dapat meningkatkan kandungan kalori secara signifikan.
Melon juga tidak harus selalu dimakan sendirian. Tidak ada bukti medis yang menunjukkan bahwa melon berbahaya ketika dipadukan dengan buah lainnya.
Bagaimana cara makan buah yang lebih sehat?
Daripada terlalu fokus pada aturan waktu atau larangan mencampur buah, hal yang lebih penting adalah memperhatikan variasi dan jumlah konsumsinya. Pilih buah utuh dibandingkan jus untuk mendapatkan lebih banyak serat, serta batasi tambahan gula.
Buah juga dapat dipadukan dengan sumber protein atau lemak sehat, seperti yoghurt tanpa gula, kacang-kacangan, atau biji-bijian. Kombinasi tersebut dapat membuat camilan terasa lebih mengenyangkan.
Pada akhirnya, tidak ada aturan mutlak yang mengharuskan buah hanya dimakan pada waktu tertentu atau harus dipisahkan berdasarkan jenisnya. Selama dikonsumsi sebagai bagian dari pola makan seimbang dan tubuh dapat menerimanya dengan baik, buah tetap menjadi pilihan makanan yang baik untuk kesehatan.
