
Jakarta – Tenggorokan terasa gatal, kering, atau nyeri tentu membuat aktivitas menjadi kurang nyaman. Selain mengandalkan obat sesuai kebutuhan, sebagian orang memilih minuman hangat berbahan alami, salah satunya seduhan jahe.
Jahe telah lama digunakan dalam masakan maupun minuman tradisional. Rempah dengan rasa hangat dan sedikit pedas ini juga memiliki sejumlah senyawa bioaktif yang menarik perhatian dalam penelitian kesehatan.
Dikutip dari Healthline, gingerol dan shogaol merupakan dua senyawa utama pada jahe yang memiliki berbagai aktivitas biologis. Berikut tiga alasan jahe kerap digunakan sebagai minuman ketika tenggorokan sedang tidak nyaman.
1. Memiliki Sifat Antiinflamasi
Sakit tenggorokan sering disertai rasa nyeri dan peradangan. Jahe mengandung senyawa seperti gingerol dan shogaol yang diketahui memiliki aktivitas antiinflamasi.
Senyawa tersebut berpotensi membantu mengurangi respons peradangan sehingga gejala tenggorokan yang terasa tidak nyaman dapat lebih ringan.
Namun, jahe sebaiknya dipandang sebagai minuman pendamping, bukan pengganti pengobatan medis apabila sakit tenggorokan disebabkan oleh kondisi yang membutuhkan penanganan khusus.
2. Mengandung Senyawa Antimikroba
Alasan lain jahe menarik untuk dikonsumsi ketika tenggorokan bermasalah adalah aktivitas antimikrobanya.
Dalam penelitian laboratorium, ekstrak jahe dengan konsentrasi tertentu menunjukkan kemampuan menghambat beberapa mikroorganisme, termasuk Streptococcus mutans, Candida albicans, dan Enterococcus faecalis.
Ketiga mikroorganisme tersebut dapat ditemukan di rongga mulut. Meski hasil penelitian ini menunjukkan potensi jahe sebagai antimikroba, penelitian dalam tabung reaksi belum bisa disamakan dengan efektivitas konsumsi teh jahe pada manusia.
3. Kaya Antioksidan dan Berpotensi Mendukung Imunitas
Jahe juga mengandung berbagai senyawa antioksidan. Zat ini membantu melindungi sel dari kerusakan akibat radikal bebas dan stres oksidatif.
Menariknya, sejumlah penelitian menunjukkan bahwa jahe segar dapat memiliki aktivitas antioksidan yang lebih tinggi dibandingkan jahe kering.
Kandungan bioaktif jahe juga diteliti terkait sistem kekebalan tubuh. Studi laboratorium menemukan adanya potensi jahe dalam memengaruhi respons imun terhadap virus. Hal ini membuat jahe menarik sebagai salah satu minuman pendamping ketika tubuh sedang menghadapi gangguan saluran pernapasan.
Lebih Nikmat Jika Dicampur Madu
Jika ingin membuat minuman jahe untuk tenggorokan, kamu bisa menggunakan beberapa potong jahe segar yang direbus dengan air. Setelah cukup hangat, tambahkan madu sesuai selera.
Selain memberikan rasa manis alami, madu juga sering digunakan sebagai bahan pendamping ketika tenggorokan terasa tidak nyaman.
Teh jahe dapat menjadi pilihan minuman hangat saat tenggorokan terasa sakit atau mengganjal. Meski memiliki senyawa dengan sifat antiinflamasi, antimikroba, dan antioksidan, bukti manfaat jahe untuk mengatasi sakit tenggorokan pada manusia masih perlu terus diteliti. Jika keluhan berat, berlangsung lama, atau disertai gejala lain, sebaiknya periksa ke tenaga medis.
