
Jakarta – Waktu makan ternyata tak kalah penting dari menu yang dikonsumsi. Untuk sarapan, ahli gizi menyebut ada waktu tertentu yang dinilai lebih baik agar tubuh dapat mengolah makanan secara optimal.
Sarapan menjadi salah satu waktu makan yang banyak diperhatikan dalam pola hidup sehat. Selain membantu memenuhi kebutuhan energi setelah tubuh beristirahat semalaman, waktu sarapan juga berkaitan dengan ritme alami tubuh.
Ahli gizi Samantha Cassetty, seperti dikutip dari Today, menjelaskan bahwa tubuh secara alami lebih siap menerima dan memproses makanan pada pagi hari. Hal ini berkaitan dengan ritme sirkadian yang mengatur berbagai fungsi tubuh, termasuk metabolisme.
Menunda waktu makan pertama terlalu lama setelah bangun tidur dapat membuat tubuh melewatkan periode ketika metabolisme bekerja secara optimal. Sejumlah penelitian juga mengaitkan kebiasaan sarapan dengan kontrol gula darah dan kesehatan jantung yang lebih baik.
Bagi orang yang sedang menjaga berat badan, waktu makan juga patut diperhatikan. Penelitian menunjukkan bahwa orang yang mengonsumsi porsi kalori lebih banyak pada awal hari cenderung lebih mudah mempertahankan berat badan dibandingkan mereka yang makan dalam jumlah besar menjelang sore atau malam.
Sarapan Sebaiknya Sebelum Jam 08.30
Lantas, kapan waktu yang tepat untuk sarapan?
Menurut Cassetty, sarapan sebelum pukul 08.30 dapat menjadi pilihan yang baik dari sisi metabolisme. Pada pagi hari, tubuh disebut lebih sensitif terhadap insulin sehingga karbohidrat dapat diproses dengan lebih efisien.
Kondisi tersebut berpotensi membantu menjaga kestabilan gula darah sekaligus mempertahankan energi sepanjang hari.
Temuan lain juga menunjukkan adanya kaitan antara kebiasaan sarapan lebih lambat, khususnya setelah pukul 09.00, dengan risiko penyakit jantung yang lebih tinggi. Sarapan lebih awal juga dinilai dapat membantu mengendalikan rasa lapar dan berpotensi mengurangi jumlah kalori yang dikonsumsi dalam sehari.
Usahakan Waktunya Konsisten
Bukan hanya soal seberapa pagi sarapan dilakukan, konsistensi waktunya juga penting. Jika memungkinkan, biasakan makan pagi pada jam yang relatif sama setiap hari.
Pola tersebut dapat membantu tubuh menyesuaikan hormon yang berkaitan dengan rasa lapar dengan jadwal makan. Sebuah penelitian juga menemukan bahwa orang dengan jadwal makan pagi yang lebih konsisten cenderung memperoleh hasil yang lebih baik dalam pengurangan asupan kalori dan penurunan berat badan dibandingkan mereka yang waktu makannya sering berubah.
Pilih Sarapan yang Mengenyangkan
Waktu sarapan yang tepat sebaiknya diikuti dengan pilihan makanan yang bernutrisi. Menu ideal dapat mengandung protein, serat, serta lemak sehat agar rasa kenyang bertahan lebih lama dan tubuh memperoleh energi yang cukup.
Protein menjadi salah satu komponen penting karena tubuh melakukan proses perbaikan dan pembentukan kembali sel selama tidur.
Beberapa menu yang bisa dipilih antara lain telur dengan roti gandum dan alpukat, yogurt yang dipadukan dengan kacang serta buah, smoothies berbahan buah, atau orak-arik tahu bersama jamur dan ubi.
Sebaliknya, sebaiknya jangan terlalu sering mengandalkan makanan tinggi karbohidrat olahan seperti roti putih, sereal dengan banyak gula, maupun kue-kue manis. Jenis makanan tersebut dapat membuat kadar gula darah meningkat lebih cepat dan kurang mengenyangkan dalam jangka panjang.
Jadi, selain memperhatikan apa yang masuk ke dalam piring, perhatikan pula kapan sarapan dilakukan. Membiasakan makan pagi lebih awal dan konsisten dapat menjadi salah satu bagian dari pola hidup yang lebih sehat.
