
Jakarta – Kesehatan hati tidak bisa dilepaskan dari kebiasaan makan sehari-hari. Terlalu sering mengonsumsi makanan tinggi lemak dan pola makan yang kurang seimbang dapat meningkatkan risiko penumpukan lemak di organ hati atau fatty liver.
Fatty liver terjadi ketika lemak terkumpul secara berlebihan di dalam hati. Padahal, hati memiliki berbagai fungsi penting, mulai dari membantu metabolisme, menyimpan nutrisi, memproduksi empedu, hingga memproses zat yang masuk ke dalam tubuh.
Karena itu, menjaga pola makan menjadi salah satu langkah penting untuk mempertahankan fungsi hati. Sejumlah bahan makanan juga memiliki kandungan antioksidan, serat, maupun senyawa lainnya yang dikaitkan dengan kesehatan organ tersebut.
Dikutip dari Only My Health, berikut beberapa makanan yang dapat dimasukkan ke dalam pola makan untuk membantu menjaga kesehatan hati:
1. Kunyit
Kunyit tidak hanya digunakan sebagai bumbu masakan, tetapi juga dikenal memiliki berbagai senyawa aktif. Salah satu yang paling banyak diteliti adalah kurkumin.
Kurkumin memiliki sifat antioksidan dan anti-inflamasi. Senyawa ini dikaitkan dengan kemampuan membantu mengurangi peradangan serta mendukung fungsi hati.
Kandungan aktif dalam kunyit juga disebut dapat membantu meningkatkan aktivitas enzim yang berperan dalam proses pengolahan zat-zat yang tidak dibutuhkan tubuh. Dengan begitu, kunyit berpotensi mendukung perlindungan sel hati dari stres oksidatif.
2. Bawang Putih
Bawang putih merupakan bahan yang hampir selalu digunakan dalam berbagai masakan. Di balik aromanya yang khas, bahan ini memiliki senyawa aktif seperti allicin dan selenium.
Kedua kandungan tersebut dikaitkan dengan aktivitas enzim hati yang berperan dalam proses metabolisme dan pembuangan zat tertentu dari tubuh.
Bawang putih juga telah diteliti terkait pengaruhnya terhadap kadar lemak di hati. Senyawa yang mengandung sulfur di dalamnya dapat mendukung metabolisme lemak sehingga berpotensi membantu mencegah penumpukan lemak secara berlebihan.
3. Lemon
Menambahkan lemon ke dalam minuman bisa menjadi cara sederhana untuk memasukkan buah ini ke dalam pola makan. Lemon mengandung vitamin C dan asam sitrat yang memiliki sejumlah manfaat bagi tubuh.
Ahli gizi asal India, Ashima Achantani, menyebut konsumsi lemon dapat mendukung proses alami tubuh dalam menjaga fungsi hati.
Lemon juga dikaitkan dengan stimulasi produksi empedu. Empedu memiliki peran dalam proses pencernaan lemak sehingga fungsi tersebut turut membantu kerja sistem pencernaan.
Perasan lemon dapat dicampurkan ke dalam air putih atau teh hangat tanpa gula sebagai minuman sehari-hari.
4. Tomat
Tomat kaya akan senyawa antioksidan, salah satunya likopen. Kandungan tersebut diketahui memiliki aktivitas antioksidan yang dapat membantu melindungi sel tubuh dari stres oksidatif.
Likopen dalam tomat juga telah dikaitkan dengan kesehatan hati, termasuk kemungkinan membantu mengurangi penumpukan lemak serta mendukung kadar enzim hati yang normal.
Selain likopen, tomat mengandung sejumlah senyawa lain yang disebut dapat mendukung fungsi hati dan ginjal dalam menjalankan proses alami pembuangan zat sisa dari tubuh.
5. Oat
Bagi orang yang ingin menjaga kesehatan hati sekaligus mengontrol pola makan, oat dapat menjadi salah satu pilihan. Bahan makanan ini kaya akan serat, termasuk beta-glukan yang merupakan jenis serat larut.
Asupan serat penting untuk membantu mengendalikan berat badan dan kadar gula darah, dua faktor yang berkaitan dengan risiko penyakit hati berlemak.
Beta-glukan pada oat juga dikaitkan dengan penurunan kadar kolesterol dan dukungan terhadap fungsi hati. Serat yang cukup turut membantu proses pencernaan serta pembuangan sisa makanan melalui saluran cerna.
Menurut Achantani, memasukkan oat sebagai bagian dari pola makan seimbang dapat menjadi salah satu cara untuk mendukung kesehatan hati.
Selain memilih makanan yang lebih sehat, menjaga berat badan, rutin bergerak, dan membatasi makanan tinggi gula serta lemak juga penting untuk menjaga kesehatan hati. Konsumsi satu jenis makanan saja tidak dapat menjadi jaminan untuk mencegah fatty liver, sehingga pola hidup secara keseluruhan tetap perlu diperhatikan.
